Riset Iklim untuk Petani Sikka

Oleh : Margareta Helena Untuk petani, lahan dan hujan adalah dua hal saling berhubungan. Ketergantungan petani pada hujan menunjukkan bahwa petani di NTT adalah petani tadah hujan. Musim hujan yang berlangsung kurang lebih empat bulan, yaitu November, Desember, Januari, Februari, dan Maret, membuat para petani harus memaksimalkan lahan pertanian. Untuk membantu petani, upaya keras dari

Makin Tangguh Berbekal Data Base

Oleh : Albertus Sani Sogen Bertempat di Hotel Pelita Maumere, tanggal 26-30 September 2014, Mitra PfR (Program Partners for Resilience/Kemitraan untuk Ketahanan) mengadakan pelatihan data base. Peserta yang terlibat, tak banyak. Hanya tujuh orang. Mereka adalah utusan dari mitra PfR yaitu Caritas Kuskupan Maumere, Wetlands Internasional Indonesia (WWI), Palang Merah Indoensia (PMI), Bina Swadaya Konsultan

Belajar dari Mitra PfR (Partners for Resilience) Sikka

Oleh : Albertus Sani Sogen Mengapa selalu mengadakan pertemuan bersama? Bukankah masing-masing mitra mempunyai identitas dan mempunyai lembaga donor yang berbeda? Itulah pertanyaan saya ketika mengikuti pertemuan Mitra PfR di Kantor LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) di Paga, 8 September 2014. Pertanyaan ini beralasan karena sejauh yang saya tahu, Caritas, Care, Palang Merah dan Wetlands

Upacara Adat di Mata Air – Desa Runut

Desa Runut, merupakan salah satu desa di Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka yang mengalamai masalah seputar kebutuhan air bersih. Dengan kondisi topografi yang berbukit dan lembah, dimana sebagian besar wilayah hutannya telah habis ditebas demi membuka lahan kebun mengakibatkan banyak sumber mata air di desa ini yang akhirnya mengering. Meski demikian, beberapa mata air yang senantiasa

Berpikir dan Bertindak Untuk Lingkungan

Manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Alam ada untuk manusia. Manusia dapat mengembangkan diri di dalam alam. Kesadaran akan penting dan manfaat alam bagi manusia telah tergeser oleh perilaku keserakahan manusia. Nilai-nilai kecintaan akan alam seakan telah tereliminasi dengan pola-pola perilaku pragmatis seperti pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, tambang yang merajalela, serta