Gereja Spiritu Santo Misir diberkati

Merah total. Demikianlah suasana gereja Spiritu Santo Misir pada hari Minggu, 08 Juni 2014. Dekorasi bernuansa merah memenuhi panggung utama depan gereja yang genap berusia 7 tahun itu. Hari ini Gereja Misir memang tampil beda, karena Yang Mulia, Mgr Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, uskup Maumere berkenan memberkati Gereja tersebut.

Acara hari itu, diawali dengan penjemputan Bapak Uskup bersama rombongan di Rumah Keuskupan Maumere, Jl. Mgr. Soegyopranoto No. 01 Maumere. Rm. Cesar Reda Pr, mantan pastor paroki Misir ikut serta dalam rombongan Uskup.

Tiba di paroki, Misir, Bapak Uskup dan rombongan dijemput dengan Soka Papak oleh Umat dari Stasi Nangalimang dan Umat dari Paroki Watublapi.

Perayaan Ekaristi dan Pemberkatan dipimpin oleh yang Mulia Bapak Uskup Maumere, Mgr Gerulfus Kherubim Pareiras SVD didampingi oleh Pastor Paroki Misir, Rm. Christian Rudy Pareira, Pr, Pastor Kaplan, P. Sergi Hardiman Ratu, SVD, Rm. Julius Cesar Reda, Pr, Rm Yoris Role Dage, Pr. Kelompok OMK Paroki Misir mengiringi perayaan tersebut dengan paduan suara yang indah.

Perayaan Ekaristi dan pemberkatan hari itu dimulai dengan pemberkatan dinding luar gereja, pintu gereja, ambang pintu gereja, dinding dalam gereja, lonceng, altar, salib, patung Maria dan Yesus. Acara berlangsung dalam suasana khidmad dan mengalir dengan lancar selama kurang lebih 3 jam.

Dalam kotbahnya Bapak Uskup mengharapkan agar umat dapat melihat kemahakuasaan Allah. Bagi orang yang percaya kepadaNya, Tuhan bisa berbuat apa saja. Sebaliknya di mana orang berencana membesarkan diri dan menantang Allah, mereka akan dikacaukan. Rencana mereka akan digagalkan oleh Tuhan sendiri. Dua hal bisa diambil dari bacaan ini. Jika para pemimpin kita, pastor paroki dan dewan berkumpul dan bersepakat untuk kepentingan Paroki dalam doa, maka mereka akan menemukan jalan keluarnya, namun jika mereka berkumpul dan mencari nama mereka masing-masing, mereka akan kacau dan tidak akan menemukan kata sepakat.

Bapak Uskup juga memberikan apresiasi bagi umat paroki Misir. “Proficiat bagi umat paroki ini. Umat yang telah berjuang 7 tahun untuk membangun gereja ini. Gereja ini kecil dan begitu banyak hiasan, dapat menjadi contoh bagi gereja lain yang lebih tua. Kalian telah berhasil karena kalian bersatu. Bersatu untuk kebaikan umat Allah bukan untuk kebaikan anda sendiri, nama anda masing-masing” ungkap beliau, sambil berharap agar Roh Allah menaungi Paroki ini, agar DPP dan pemimpin paroki ini senantiasa menyadadri bahwa pendampingnya adalah Roh Allah.”Seperti para rasul berjalan tanpa sesat karena Roh Kudus mendampingi mereka, demikian pula harapan kita semua, paroki ini bertumbuh dan berkembang dalam bimbingan Roh Kudus”, ungkap Bapak Uskup yang baru saja merayakan HUT Tahbisan imam ke-28.

Sementara itu, Rm Christian Rudy Parera, dalam sambutan saat Resepsi sederhana mengungkapkan rasa turut bergembira dalam perayaan hari itu sambil berharap agar perayaan hari itu memberikan dampak positif bagi perkembangan iman umat. “Semoga dengan diberkatinya gereja ini, semakin menambah semangat umat dalam menghidupi imannya dan mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan bersama, terutama kegiatan berpastoral, juga terlibat aktif tidak hanya di lingkungan gereja, tapi juga di lingkungan kemasyarakatan kita. Perayaan hari ini mengajak kita untuk bersama-sama membangun persekutuan yang diwarnai oleh cinta kasih dan persaudaraan sejati”.

Paroki Misir berawal sejak tahun 1992, yakni pada Hari Minggu Adven pertama yang digagas oleh Rm Yakobus Soba, Pr bersama-sama dengan para romo yang bertugas di Paroki St. Yoseph waktu itu untuk menjadikan Misir sebalah salah satu pusat pelayanan. Sejak saat itu, Misir mulai diberlakukan sebagai salah satu stasi. Status sebagai sebuah stasi definitif dipertegas lagi pada masa kepemimpinan Rm. Yohanes Eo Towa, Pr yakni dalam Surat Keputusan tertanggal 03 Juni 2001, tepatnya pada hari Raya Pentekosta. Pada saat itu semua fungsionaris pastoral Stasi, Lingkungan, dan Komunitas Basis dilantuk dalam upacara Misa Pentekosta di dalam Kapela Misir. Karena peresmian Stasi ini jatuhnya tepat pada Hari Raya Pentekosta, maka umat semua sepakat untuk memberikan nama Stasi Misir dengan pelindung Stasi “Spiritu Santo’ (=Roh Kudus, Bahasa Sikka).

Tanggal 16 Desember 2004, pembangunan Gereja Misir dimulai dengan peletakkan batu pertama oleh Alm. Mgr. Abdon Longinus da Cunha, Pr, Uskup Agung Ende. Dengan SK Uskup Agung Ende nomor 045/SK/KUS/V/04 Stasi Misir ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Persiapan dan kemudian menjadi Paroki definitif  diresmikan oleh Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Administrator Keuskupan Maumere pada hari Raya Pentekosta, 27 Mei 2007 dengan Pastor Paroki, Rm. Julius Cesar Reda, Pr dan pastor pembantu Rm. Polikarpus Sola, Pr yang menggembalakan umat di 11 lingkungan, 73 KUB dan 1.367 KK/6.516 jiwa saat itu.

Seluruh rangkaian acara hari itu, disiarkan secara langsung oleh Radio Rogate FM, dan dipancarkan langsung dari studio mini di Paroki Misir.

Proficiat untuk paroki Misir. Maju terus, Roh Kudus senantiasa menaungimu. (ato)

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *