Bentara Cahaya

Oleh : Eman Embu Senin, 22 September 2014. Cecilia Heru Purwatiningsih, Diah Wulansari, dan Christiana Wahyu Cahyani, tiba di Bandara Frans Seda, Maumere dalam perjalanan ke SDK Nanga di Pulau Besar. Sekelompok murid-murid sekolah dasar mengenakan seragam sekolah menjemput mereka di bandara. Sebagai bagian dari ungkapan rasa rindu dan harapan, di bandara di tengah hiruk

Riset Iklim untuk Petani Sikka

Oleh : Margareta Helena Untuk petani, lahan dan hujan adalah dua hal saling berhubungan. Ketergantungan petani pada hujan menunjukkan bahwa petani di NTT adalah petani tadah hujan. Musim hujan yang berlangsung kurang lebih empat bulan, yaitu November, Desember, Januari, Februari, dan Maret, membuat para petani harus memaksimalkan lahan pertanian. Untuk membantu petani, upaya keras dari

Makin Tangguh Berbekal Data Base

Oleh : Albertus Sani Sogen Bertempat di Hotel Pelita Maumere, tanggal 26-30 September 2014, Mitra PfR (Program Partners for Resilience/Kemitraan untuk Ketahanan) mengadakan pelatihan data base. Peserta yang terlibat, tak banyak. Hanya tujuh orang. Mereka adalah utusan dari mitra PfR yaitu Caritas Kuskupan Maumere, Wetlands Internasional Indonesia (WWI), Palang Merah Indoensia (PMI), Bina Swadaya Konsultan

Belajar dari Mitra PfR (Partners for Resilience) Sikka

Oleh : Albertus Sani Sogen Mengapa selalu mengadakan pertemuan bersama? Bukankah masing-masing mitra mempunyai identitas dan mempunyai lembaga donor yang berbeda? Itulah pertanyaan saya ketika mengikuti pertemuan Mitra PfR di Kantor LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) di Paga, 8 September 2014. Pertanyaan ini beralasan karena sejauh yang saya tahu, Caritas, Care, Palang Merah dan Wetlands

(Short Film) Upacara Adat Tung Piong di Desa Runut

Upacara Adat Tung Piong di Mata Air Desa Runut – Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka oleh Caritas Keuskupan Maumere. Upacara adat ini bertujuan untuk membuka sekaligus mengawali proses perbaikan jaringan air minum di desa runut yang difasilitasi oleh Caritas Keuskupan Maumere melalui program PfR (sekarang Min Flores). Desa Runut adalah salah satu desa yang didampingi oleh

Dalam Foto Kita Berbagi – Sharing Fotografi Caritas Keuskupan Maumere

Dunia fotografi tidak lepas dari keterampilan serta jiwa dari sang pengambil gambar juga bagi penikmatnya. Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi, fotografi yang dahulu hanya bisa digeluti oleh sebagian orang, kini telah merambah ke hampir setiap orang. Dengan berbagai jenis perangkat kamera mulai dari telepon genggam yang sederhana dengan fitur kamera, beranjak ke Smartphone, lalu ke

Upacara Adat di Mata Air – Desa Runut

Desa Runut, merupakan salah satu desa di Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka yang mengalamai masalah seputar kebutuhan air bersih. Dengan kondisi topografi yang berbukit dan lembah, dimana sebagian besar wilayah hutannya telah habis ditebas demi membuka lahan kebun mengakibatkan banyak sumber mata air di desa ini yang akhirnya mengering. Meski demikian, beberapa mata air yang senantiasa

Komedi Relokasi

Kelurahan Hewuli di pinggiran barat Maumere adalah satu dari dua tempat relokasi warga Palue pasca Letusan Rokatenda 2012/2013. Di sana, sebagian dari 249 rumah sudah dibangun. Biaya pembangunan per unit 15 juta. Pengungsi sendiri yang membangun rumah-rumah mini berukuran 6 x 4 meter. Seng atap rumah-rumah itu berdempetan. Tak ada halaman. Tak ada fasilitas MCK.

Pelayanan Kesehatan bagi Pengungsi Rokatenda di Ropa

Hampir dua tahun berlalu semenjak letusan pertama Gunung Api Rokatenda Palue pada Desember 2012 silam, sampai saat ini masih begitu banyak warga palue yang bertahan di tempat pengungsian walaupun sebagiannya nekat kembali ke pulau gunung api tersebut. Kondisi yang kurang memungkinkan di Pulau Palue khususnya bagi beberapa pengungsi yang tempat tinggal serta kampungnya porak-poranda akibat

Gereja Spiritu Santo Misir diberkati

Merah total. Demikianlah suasana gereja Spiritu Santo Misir pada hari Minggu, 08 Juni 2014. Dekorasi bernuansa merah memenuhi panggung utama depan gereja yang genap berusia 7 tahun itu. Hari ini Gereja Misir memang tampil beda, karena Yang Mulia, Mgr Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, uskup Maumere berkenan memberkati Gereja tersebut. Acara hari itu, diawali dengan penjemputan