Pelaksanaan program rehabilitasi orang difabel bersumberdaya masyarakat (CBR-Community Based Rehabilitation) adalah bagian utuh dari keberpihakan dan pembelaan Caritas untuk orang-orang yang selama ini terpinggirkan. Jumlah orang difabel di Propinsi NTT yang terdata oleh Dinas Sosial tahun 2009 adalah sekitar 38.000 orang. Faktor-faktor penyebab difabel adalah bawaan sejak lahir, kecelakaan, dan penyakit. Kurang dari 5% dari jumlah tersebut direhabilitasi di pusat-pusat rehabilitasi khusus. Sisanya tetap hidup bersama keluarga.

Caritas mendorong agar masyarakat mengambil peran lebih besar dan bertanggungjawab atas rehabilitasi orang difabel yang ada di tengah-tengah masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Profesionalitas, keterampilan, dan keahlian yang ada pada pusat rehabilitasi perlu dipelajari oleh masyarakat agar orang-orang difabel mendapat rehabilitasi yang integral di tengah keluarga mereka sendiri. Ada tiga elemen penting yang dilakukan dalam program ini: mendorong masyarakat untuk menjadi inklusif; menyiapkan lingkungan yang bisa mengakomodasi orang difabel dan non-difabel; serta merehabilitasi orang difabel dengan terapi dan pendampingan rutin.

Dalam melaksanakan progam ini, Caritas Keuskupan Maumere bekerjasama dengan beberapa mitra lokal yaitu FKKDAC (Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Cacat) Flotim di Larantuka, Panti St. Dymphna Maumere, Yayasan Nativitas Maumere, dan Caritas Ende.

TUJUAN

Adapun tujuan umum dari program ini adalah terpenuhnya hak-hak orang difabel untuk hidup sebagai bagian yang integral dari masyarakat. Lebih khusus, apa yang hendak dicapai adalah tersedianya database orang difabel di Keuskupan Ende, Maumere, dan Larantuka; adanya kesadaran tentang disabilitas dan terbentuknya masyarakat inklusif di Ende, Maumere, dan Larantuka; adanya upaya rehabilitasi fisik dan mental orang difabel; terciptanya kemandirian orang difabel melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan mata pencaharian; keikutsertaan orang difabel dalam kegiatan publik.

KEGIATAN-KEGIATAN MITRA KERJA

  • Membuat database orang difabel di Keuskupan Larantuka, Maumere dan Ende.
  • Diseminasi pendekatan CBR dan peningkatan kesadaran komunitas dalam rehabilitasi orang difabel.
  • Mendorong terciptanya akses (ramp) bagi orang difabel pada bangunan-bangunan umum seperti gereja, rumah sakit, dan perkantoran.
  • Melakukan pelatihan medis dan psikologis.
  • Menyelenggarakan pelatihan keterampilan seperti: menjahit, memasak, pertukangan, pertanian, dan musik.
  • Pembentukan Koperasi yang langsung ditangani sendiri oleh orang difabel.

Pelatihan peningkatan kapasitas staf dan mitra lokal dalam bidang: PCM (Project Cycle Management), Pendalaman CBR, Teknik-teknik Pendampingan Psikososial.