Program Min Flores yang sebelumnya bernama Kemitraan untuk Ketahanan (PfR-Parterns for Resisilience) adalah konsorsium lembaga-lembaga yang menangani bencana sebagai salah satu isu yang paling mendesak saat ini. Semakin banyak bencana yang terjadi baik karena buatan manusia maupun alam, sebagai akibat dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada jutaan orang, khususnya di negara-negara berkembang. Tantangan besar ini tidak dapat dihadapi tanpa kolaborasi antarlembaga. Karena itu,  lima organisasi berbasis di Belanda: Palang Merah Belanda, CARE Nederland, Cordaid, Wetlands International, dan Pusat Iklim Palang Merah dan Bulan Sabit Merah membangun aliansi ini. Kelima mitra mengkombinasikan pencapaian dan pengalaman dari program-program sebelumnya dan program  yang sedang berjalan untuk membangun ketahanan atau resiliensi masyarakat.

SIAPA YANG TERLIBAT?

Di Indonesia Min Flores bekerja bersama beberapa lembaga yakni: Care International Indonesia bersama perkumpulan PIKUL, WIIP (Wetlands International Indonesia Program), Palang Merah Belanda bersama Palang Merah Indonesia di Lembata dan Sikka, Konsultan Bina Swadaya, INSIST (Masyarakat Sipil Indonesia untuk Transformasi Sosial) bekerja di 4 wilayah yakni : Jambi (Mitra Aksi), Sinjai (Payo-Payo), Maluku Tenggara (Nen Masil) dan Ende (FIRD), Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Maumere, serta LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan).

TIGA AREA KUNCI

  1. Penguatan ketahanan komunitas. Caritas Indonesia bersama Caritas Maumere melalui jaringan paroki, dengan pendekatan community managed, mendampingi masyarakat desa berfokus pada kegiatan kesiapsiagaan, peningkatan mata pencaharian yang adaptif, penghijauan lahan kritis dan daerah aliran sungai, serta melestarikan sumber mata air.
  2. Penguatan kelembagaan. Caritas Indonesia bersama Caritas Maumere menguatkan kapasitas dalam hal sikap, kebiasaan dan pengetahuan terkait Pengurangan Risiko Bencana, Perubahan Iklim, serta Manajemen Restorasi Ekosistem. Juga, membangun koordinasi dengan institusi pemerintah dan non pemerintah, untuk mendukung kerja lembaga dalam pelaksanaan program.
  3. Lobi dan Advokasi. Caritas Indonesia dan Caritas Maumere bersama mitra aliansi PfR di Sikka berkoordinasi untuk advokasi bersama, mempromosikan pendekatan PfR kepada pemerintah kabupaten. Bersama komunitas mendorong pengesahan Rencana Aksi Komunitas masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah/Panjang Desa lewat mekanisme MusRenBangDes, sampai ke Rencana Pembangunan Kabupaten.

AKTIVITAS PROGRAM

  • Kajian ancaman, kerentanan, dan kapasitas
  • Pembuatan RAK (Rencana Aksi Komunitas)
  • Pendampingan implementasi RAK
  • Penguatan kapasitas OM (Organisasi Masyarakat)
  • Pelatihan Tanggap Darurat dan Kesiapsiagaan
  • Monitoring dan Evaluasi
  • Advokasi