Puskesmas Mesti Buka Poli Fisioterapi

P. Klaus Naumann memberikan sambutannya.

Caritas Keuskupan Maumere mendorong semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka untuk membuka Poli Fisioterapi. Keberadaan Poli Fisioterapi dinilai sangat penting dalam upaya mewujudkan pelayanan bagi penyandang disabilitas Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat atau Community Based Rehabilitation (CBR).

Dorong KPSE Caritas Keuskupan Maumere ini disampaikan Wakil Direktur Caritas Keuskupan Maumere, Pater Klaus Naumann SVD dalam sambutannya pada workshop Dukungan Poli Fisioterapi bagi Puskesmas di Kabupaten Sikka di Aula Dinkes Sikka, Kamis (10/8).

Workshop yang diselenggarakan Caritas Keuskupan Maumere bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dibuka oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka, Dokter Maria B. S. Nenu. Kegiatan ini menampilkan beberapa narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Dokter Maria B. S. Nenu, Perwakilan Puskesmas Poli Fisioterapi Waipare, Koordinator Program CBR Caritas Keuskupan Maumere, Margaretha Helena, dan Field Facilitator Caritas Keuskupan Maumere, Nong L. Andrianus.

Pater Klaus dalam kesempatan ini meminta semua Puskesmas dan elemen warga Kabupaten Sikka untuk mendorong program Caritas dalam penanganan disabilitas berbasis RBM. “Mari kita bersatu dalam upaya dukungan Poli Fisioterapi bagi Puskesmas di Kabupaten Sikka,” kata Pater Klaus.

Butuh Komitmen Bersama

Kadis Kesehatan Kab Sikka, Dr. Maria B.S. Nenu

Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka, Dokter Maria B.S. Nenu dalam sambutan saat pembukaan workshop  antara lain mendorong semua Puskesmas di Kabupaten Sikka untuk memberi akses pelayanan kepada penyandang disabilitas termasuk membuka Poli Fisioterapi. “Mari kita memulai kerjasama dalam upaya memberdayakan Poli Fisioterapi,” kata Kadis Maria.

Kadis Maria mengatakan di Kabupaten Sikka dari 23 Puskesmas yang ada hanya Puskesmas Waipare yang ada Poli Fisioterapi, plus dua puskesmas yakni Nita dan Magepanda sudah ada tenaganya. “Mari kita melayani kaum disabilitas sebab mereka juga adalah warga yang membutuhkan pelayanan kita,” kata Dokter Maria.

Dokter Maria berharap agar dalam workshop ini bisa menghasilkan rekomendasi dalam upaya peningkatan pelayanan kepada kaum disabilitas. “Semoga workshop ini bisa menghasilkan masukan-masukan positif dalam upaya memberdayakan disabilitas,” katanya.

Latar Belakang

Program CBR adalah salah satu program di Caritas Keuskupan Maumere yang didukung oleh Caritas Germany. Program ini fokus pada tiga hal yakni dukungan penguatan sumber-sumber penghidupan, dukungan mendapatkan akses pelayanan kesehatan untuk disabilitas, dan dukungan penguatan kapasitas orang dengan disabilitas. Program ini merupakan program tahun ketiga kerjasama Caritas Germany dengan Caritas Keuskupan Maumere. “Tujuan program ini mendorong berbagai pihak yakni masyarakat, gereja, dan pemerintah dimana difabel tinggal untuk berkontribusi memberikan retribusi fisik, mental dan memberikan aksesibilitas berbagai hal.” kata Koordinator Program CBR, Margareta Helena.

Program CBR ini membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi dan menciptakan komunitas masyarakat dan lingkungan yang dinklusi bagi pengandang disabilitas. Kerja sama Caritas Keuskupan Maumere dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Waipare dalam bidang kesehatan merupakan implementasi keterlibatan dan partisipasi stakeholder untuk memberikan dukunag kesehatan dalam proses menciptakan disabilitas tangguh dalam masyarakat yang inklusif. Kerja sama yang telah dimulai dengan berbagai pelatihan, dukungan pendataan serta terapi rutin dan pendampingan bagi anak dengan disabilitas ini diharapkan pada gilirannya dapat sinergis dengan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dalam rangka mencapai Millenium Development Goals (MDGs).

Tujuan

Tujuan kegiatan ini diantaranya untuk membagikan pembelajaran dari Puskesmas Waipare tentang penangan anak dengan disabilitas melalui program terapi, agar Puskesmas-Puskesmas di wilayah Kabupaten Sikka dapat mendukung proses rehabilitasi kesehatan bagi anak dengan disabilitas, agar peserta memahami konsep rehabilitasi bersumberdaya masyarakat dalam bidang kesehatan bagi orang dengan disabilitas.

Kegiatan ini dihadiri utusan Dinas Sosial Kabupaten Sikka, P2KBP3K Kabupaten Sikka, ketua TP-PKK Kabupaten Sikka, Pimpinan Panti Asuhan Alma, Pimpinan Panti Nativitas, Panti Santa Dymphna Wairklau, dan para Kepala Puskesmas di Kabupaten Sikka.