Emergency Response atau tanggap darurat adalah salah satu bidang kegiatan Caritas Maumere dalam hubungan dengan tanggap darurat terhadap bencana yang sudah terjadi. Beberapa kegiatan ER sudah pernah dilakukan baik untuk bencana nasional maupun lokal. Untuk tingkat nasional antara lain pengumpulan dana untuk korban bencana di Padang, Sumatera Barat/Mentawai (2009) dan Wasior Papua (2010), Merapi (2010). Pada tingkat lokal Caritas Maumere juga membantu korban bencana tenggelamnya Kapal Karya Pinang (2010) yang menewaskan 24 orang Maumere yang bepergian dari Pulau Palue ke Maumere, bencana Badai Lua di Kecamatan Tananwawo (2012), serta bencana letusan Gunung Rokatenda -Palue (2013).

Beberapa bencana skala kecil seperti kebakaran rumah, banjir, dan lain-lain juga turut menjadi perhatian lembaga ini. Selain memberikan bantuan langsung, Caritas Maumere mendorong solidaritas umat di tingkat Komunitas Basis Gerejani, Lingkungan dan Paroki untuk membantu para korban bencana.

Untuk menjalankan upaya-upaya tanggap darurat, Caritas melatih tim tanggap darurat dari beberapa paroki khusunya dalam hal manajemen tanggap darurat dan peningkatan kemampuan-kemampuan dasar dalam menghadapi bencana.